Kata Mereka; "Ga Putih, Ga Cantik/Tampan""

Warna kulit seringkali dijadikan sebagai patokan untuk menentukan kadar ketampanan atau kecantikan seseorang. Sayangnya, saat ini kita tinggal dan hidup di negara, dimana kadar ketampanan dan kecantikan seseorang itu hanya didasarkan pada warna kulit dan kondisi fisiknya saja. 

Lantas apakah kalian menyetujui adanya stigma tersebut? 

Berdasarkan survei ZAP Beauty Index tahun 2018 yang melibatkan sekitar 17.889 wanita, menyatakan bahwa lebih dari 70 persen wanita yang disurvei mendefinisikan kata cantik sebagai kondisi dimana kulit tubuh dan wajah mereka terlihat bersih, cerah, dan berkilau.

Itu artinya definisi cantik menurut mereka adalah kondisi dimana penampilan atau fisik terlihat menarik dan enak untuk dipandang. Tak heran jika akhir-akhir ini kita sering mendengar stigma tentang mengapa hanya kaum goodlooking saja yang selalu dibela. Tentunya hal tersebut dapat menjadi pemicu adanya pendiskriminasian dan kesenjangan sosial di masyarakat. 

Lantas bagaimana cara kita menyikapi adanya stigma tentang, "ga putih itu ga cantik/tampan?"

Tentunya setiap penduduk di sebuah negara berbeda-berbeda dalam menyikapi adanya stigma tersebut, jika di negara kita, orang cantik atau tampan sering diidentikkan dengan orang yang putih, maka berbeda lagi dengan negara negara lain. Bahkan ada negara yang mengadakan kontes kecantikan, dimana pemenangnya adalah orang dengan kulit hitam. Sama halnya dengan ajang pemilihan miss universe atau ajang kontes kecantikan yang lain. Tidak semua peserta yang berpartisipasi berkulit putih bukan? Itu artinya kita semua cantik atau tampan, hanya saja lingkungan tempat kita tinggal tidak mendukung adanya stigma tentang cantik atau tampan itu tidaklah harus putih.  

Saya percaya bahwa setiap orang sudah ditakdirkan untuk memiliki kelebihan dan kekurangnnya masing-masing, dalam artian setiap orang mempunyai kadar atau porsi ketampanan dan kecantikannya sendiri. 

Memang definisi cantik atau tampan hanya boleh didasarkan pada bentuk fisik atau warna kulit saja? Tidak bukan? Sebenernya tidak semua orang harus dikatakan cantik atau tampan hanya karena fisik atau warna kulit. Akhlak yang baik, perilaku yang sopan, adab yang santun, itu juga sudah merupakan definisi dari cantik atau tampan yang sebenarnya. 

Kita tidak bisa memilih untuk lahir menjadi orang yang seperti apa, kita juga tidak bisa memilih untuk lahir memiliki rupa yang seperti apa, syukuri saja apa yang sekarang kita punya. Mungkin Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita, para hamba-Nya.

Percayalah, kamu itu cantik, kamu itu tampan, apa adanya, sesuai porsinya.

Saya harap kita semua mampu menzerokan adanya stigma tentang "ga putih itu ga cantik atau tampan". Karena jika hal ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan memberikan dampak negatif bagi korban yang mendapatkan pendiskriminasian, seperti depresi, bunuh diri, atau menyakiti dirinya sendiri. 

Jangan banyak-banyak insecure ya, just the way you are, cause you are special.

Pasuruan, 18 Juni 2021

Putri Nabila S.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emansipasi? Mari bertemu dengan monolog Putri