Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Emansipasi? Mari bertemu dengan monolog Putri

Nama saya Putri. Gadis 16 tahun yang lahir disebuah rumah sakit besar di tengah kota. Tumbuh dewasa tanpa kasih sayang seorang ayah. Berjalan berdua bersama ibunda melewati kejamnya dunia. Memang atau mungkin, banyak insan yang merasa iba kepada kami, banyak insan yang suka merendahkan kami, dan bahkan, juga banyak insan yang merasa bahwa mereka tidak sederajat dengan kami. Lantas apakah saya harus peduli? Saya tidak bisa memilih untuk lahir menjadi anak siapa, saya tidak bisa memilih untuk menjadi keturunan dari keluarga yang bermarga apa, dan saya juga tidak bisa memilih bagaimana alur hidup saya. Dibilang kecewa, dengan kerasa saya akan mengatakan bahwa saya tidak kecewa. Justru saya merasa bangga, sangat sangat bangga, bisa lahir dari rahim seorang wanita hebat yang mampu bertahan di tengah tengah stigma masyarakat tentang anak perempuan yang tidak berbapak itu, tidak akan bisa sukses. Heh, sungguh, dunia ini penuh lelucon, kaum goodloking, dan good material selalu dibela, se...

Kata Mereka; "Ga Putih, Ga Cantik/Tampan""

Warna kulit seringkali dijadikan sebagai patokan untuk menentukan kadar ketampanan atau kecantikan seseorang.  Sayangnya, saat ini kita tinggal dan hidup di negara, dimana kadar ketampanan dan kecantikan seseorang itu hanya didasarkan pada warna kulit dan kondisi fisiknya saja.  Lantas apakah kalian menyetujui adanya stigma tersebut?  Berdasarkan survei ZAP Beauty Index tahun 2018 yang melibatkan sekitar 17.889 wanita, menyatakan bahwa lebih dari 70 persen wanita yang disurvei mendefinisikan kata cantik sebagai kondisi dimana kulit tubuh dan wajah mereka terlihat bersih, cerah, dan berkilau. Itu artinya definisi cantik menurut mereka adalah kondisi dimana penampilan atau fisik terlihat menarik dan enak untuk dipandang. Tak heran jika akhir-akhir ini kita sering mendengar stigma tentang mengapa hanya kaum goodlooking saja yang selalu dibela. Tentunya hal tersebut dapat menjadi pemicu adanya pendiskriminasian dan kesenjangan sosial di masyarakat.  Lantas bagaimana cara...

Masyarakat; "Wanita Hanya Boleh Melakukan 3M"

Pernikahan dini memang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat pedesaan.  Berdasarkan data di tahun 2018, s eb anyak 1.184.100 perempuan Indonesia berusia 2 0-24 tahun telah  menikah di usia 18 tahun. Padahal usia 18 tahun bukanlah usia ideal untuk menikah bagi perempuan.  Lalu berapa sih usia  ideal untuk perempuan dan  laki laki menikah? Menurut PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan, dan 25 tahun bagi laki laki.   1. Penyebab-Penyebab Pernikahan dini. a. Faktor Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin di Indonesia pada September 2020 sebanyak 27,55 juta jiwa atau meningkat 2,76 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode September 2020, tingkat  kemiskinan  menjadi 10,19  persen  atau meningkat 0,97 poin  persentase  (pp) dari 9,22  persen  periode September 2019. Tingkat kemiskinan yang dikatakan...